Opini  

GEMBIRA DAN DERITA AWAL BULAN ITU DATANG DARI MBANKING BSG

Oleh: Herwin Mopangga*

Awal bulan selalu membawa harapan bagi banyak ASN dan P3K serta keluarganya khususnya di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo. Gaji masuk, belanja dapur disiapkan, uang sekolah dibayarkan, dan tagihan mulai dilunasi. Namun, kelegaan itu bisa berubah menjadi kegelisahan ketika aplikasi perbankan sulit dibuka. Saldo tersedia, tetapi pembayaran melalui telepon genggam tersendat. Kegembiraan menerima penghasilan pun terasa belum lengkap.

Situasi inilah yang membuat keluhan terhadap BSGtouch, layanan mobile banking Bank SulutGo, perlu mendapat perhatian. Aplikasi ini membantu nasabah melakukan transfer dan pembayaran tanpa mendatangi bank. Ketika akses terganggu, kebutuhan mendesak ikut tertunda. Awal bulan dalam tulisan ini menggambarkan momentum penerimaan penghasilan, bukan kesimpulan bahwa gangguan selalu terjadi pada tanggal tertentu.

Jejak pemberitaan sudah ada sejak Agustus 2023, yang melaporkan seorang nasabah pengguna BSGtouch di Gorontalo harus mendatangi kantor bank karena tidak dapat membuka aplikasi. Menurut laporan itu, petugas masih menunggu informasi kantor pusat dan belum mengetahui kapan layanan kembali normal (dulohupa.id). Pengalaman serupa disampaikan bmr.pikiran-rakyat.com Agustus 2026, dimana penulis mengeluhkan kesulitan masuk setelah pemeliharaan dan pembaruan aplikasi. Ia mengaku diarahkan datang ke bank untuk pendaftaran ulang. Testimoni ini belum menjelaskan penyebab teknis gangguan, tetapi menunjukkan kerepotan yang dirasakan pengguna.

Data bank sendiri memperkuat pentingnya evaluasi. Pada 2021, BSG mencatat 1.159 pengaduan mobile banking, sekitar 42 persen dari total 2.743 pengaduan. Bank melaporkan seluruhnya selesai. Angka tersebut merupakan catatan historis pengaduan, bukan tingkat kegagalan transaksi ataupun gambaran kondisi 2026. Meski demikian, layanan digital jelas telah menjadi perhatian nasabah sejak beberapa tahun lalu.

Sebagai ekonom, saya melihat gangguan akses juga menimbulkan biaya. Nasabah mungkin harus mencari ATM, membayar transportasi, menelepon pusat layanan, atau meninggalkan pekerjaan untuk mengurus akun. Pedagang kecil berpotensi terlambat membayar pemasok. Rumah tangga harus mengubah rencana belanja. Waktu dan kesempatan yang hilang menjadi beban tambahan. Kepentingannya semakin besar karena BSG menjadi mitra pengelolaan keuangan pemerintah daerah, termasuk pembayaran gaji. Kerjasama Pemprov Gorontalo pada Desember 2025 mencakup layanan payroll. Karena itu, mutu layanan berhubungan dengan kelancaran keuangan keluarga pegawai. Namun, jumlah ASN tentu tidak otomatis sama dengan jumlah pengguna BSGtouch.

Penilaian tetap harus adil. Kesulitan mengakses aplikasi dapat berkaitan dengan jaringan, perangkat, keamanan akun, atau sistem bank. Keluhan pengguna tidak otomatis membuktikan peretasan maupun kehilangan dana. Penyebabnya perlu diperiksa, sementara nasabah berhak memperoleh penjelasan yang jelas dan mudah dipahami.

BSG perlu mempercepat pemberitahuan gangguan, menjelaskan layanan alternatif, serta memperbarui informasi pemulihan secara berkala. Pengujian kapasitas menjelang pembayaran gaji dan pembaruan aplikasi harus diperkuat. Pemulihan akun perlu dipermudah dengan verifikasi aman. Pengaduan juga harus dilengkapi nomor tiket dan perkembangan penyelesaian yang dapat dipantau.

Pemerintah daerah sebagai mitra dan pemegang saham perlu memasukkan mutu layanan dalam evaluasi kerja sama. Nasabah tetap menjaga PIN, password, dan OTP serta menyimpan bukti transaksi bermasalah. Kepercayaan akan tumbuh ketika bank memperlihatkan perbaikan yang konsisten. Perbaikan tersebut harus dirasakan seluruh nasabah dalam kegiatan ekonomi sehari-hari mereka.

Kebanggaan terhadap bank daerah dibangun melalui pengalaman sederhana berupa uang mudah diakses, pembayaran berjalan lancar, dan keluhan ditangani dengan pasti. Awal bulan sudah membawa banyak kewajiban. Kehadiran BSGtouch semestinya membantu keluarga menunaikannya dengan tenang, sehingga kegembiraan menerima gaji benar-benar sampai ke meja makan, ruang kelas, dan tempat usaha.

*Ekonom Universitas Negeri Gorontalo dan Ketua ISEI Cabang Gorontalo. Tulisan murni pendapat pribadi dan bukan institusi