Daerah  

Dr. Ronni : Hanya WR III yang Bisa Lawan Istri Rektor di Pilrek

Amir Arham (foto : batakati.id), Cecy Rahmah Karim (foto : facebook), Ronni Lukum (foto : facebook)

Gorontalo (beleidnews) – Perbincangan soal pilrek (pemilihan rektor) pasca isu Plt. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo Cecy Rahmah Karim akan ikut pilrek terus bergulir dan kian menarik, terutama soal siapa yang paling tepat maju bila betul isu istri rektor itu mau ikut pilrek. Isu tersebut baru muncul pekan lalu dan langsung jadi perbincangan luas.

Siang tadi (Selasa, 25/8), misalnya, beleidnews ikut dalam perbincangan itu. Ikut juga beberapa dosen dan guru besar.

Dari perbincangan tersebut, penyampaian doktor ilmu politik Fakultas FIS Ronni Lukum cukup menarik perhatian. Dia bilang saat ini tinggal Wakil Rektor III Amir Arham sebagai calon rektor paling kuat setelah Wakil Rektor II Hidayat Koniyo mengaku kepada dirinya tidak ikut pilrek kendati Hidayat didukung rektor Eduard Wolok.

Menurut Ronny, setelah Hidayat menyatakan mundur, tinggal Amir satu-satunya calon kuat karena selain punya suara di senat yang akan memilih rektor, dia juga punya jejaring di pusat. Ronny bilang Amir sudah menyatakan ke beberapa dosen akan ikut pilrek walaupun tidak didukung rektor Eduard Wolok.

“Kalau Plt. Dekan Fakultas kedokteran Cecy Rahmah Karim juga ikut pilrek maka hanya Amir yang akan memberikan perlawanan keras. Dia punya nyali”, kata Ronni.

Sebelumnya Ronni pula yang mendorong agar Cecy maju di pilrek karena walaupun sebagai Plt. Dekan Fakultas Kedokteran berhasil meraih akreditas unggul. Beberapa anggota senat yang minta namanya tidak disebut kepada beleidnews juga mengaku akan mendukung Cecy.

Guru Besar Ilmu Kependidikan Novianty Djafri mengatakan Cecy punya peluang besar untuk memenangi pilrek karena dia istri rektor. Tetapi, lanjut Novianty, Cecy harus berstatus dosen tetap UNG dahulu.

“Dia harus urus pindah tugas dari ASN Pemkot Gorontalo ke UNG dan harus punya Nomor Induk Dosen Nasional”, sebut Novianty (beleidnews 16/8).

Sedangkan Guru Besar Ilmu Sosial Rauf Hatu mengatakan calon rektor bisa dari instansi mana saja asal pernah menempati jabatan Lektor Kepala.

“Peraturan Mendikbudristek mengatur begitu”, kata mantan Ketua Senat Universitas UNG itu.

Informasi yang diperoleh beleidnews dari Tim Kerja Kepegawaian dan Ketatalaksana UNG menyebut proses pindah Cecy dari Pemkot Gorontalo ke UNG sedang dalam proses.

Sekadar diketahui pilrek nanti akan dimulai Pebruari tahun depan. Tetapi sejak dua bulan lalu nama-nama calon rektor sudah beredar. Ada nama Ikbal Bahua (Fakultas Pertanian), Lukman Laliyo dan Sukirman Rahim (Fakultas MIPA), Karmila Mahmud (Fakultas Sastra dan Budaya), Dian Ekawati Ismail (Fakultas Hukum), Abdul Hafidz Olii, Hidayat Koniyo dan Amir Arham (Wakil Rektor I, II, dan III).

Redaksi belum berhasil mengontak nama-nama diatas untuk konfirmasi termasuk Cecy dan Amir.

Ahli Kebijakan Publik UNG yang juga sebagai anggota senat Sastro Wantu dimintai tanggapannya sore tadi membenarkan kalau Amir Arham punya suara di senat, didukung dosen-dosen muda dan punya jejaring di pusat yang dapat memengaruhi hasil pilrek.

“Bila pilrek digelar sekarang maka peluang dia menang sangat besar walaupun yang dilawan istri rektor”, kata Sastro.(hj).