Daerah  

Bridge Gorontalo Gelar Seleksi Kejurnas

Foto, Pengurus GABSI dan peserta seleksi kejurnas

Sejak Sabtu, 29/8, Pengurus Daerah GABSI (Gabungan Bridge Seluruh Indonesia) Gorontalo menggelar seleksi untuk mengikuti kejurnas Bridge yang akan digelar di Mamuju Sulbar 17 hingga 26 September.

Seleksi selama dua pekan itu diikuti 32 atlit, 6 diantara perempuan utusan kabupaten dan kota. Sebanyak 12 atlit yang lulus seleksi akan mewakili Gorontalo.

Ketua Harian GABSI Gorontalo Muchsin Brekat kepada beleidnews disela-sela pembukaan seleksi mengatakan Bridge Gorontalo selalu menyumbang medali di berbagai kejuaraan nasional.

Muchsin menyebut selama ini pemerintah daerah terus memberi perhatian bagi perkembangan olahraga Bridge.

“Keikutsertaan tim Bridge Gorontalo dalam berbagai kejuaraan dan menghasilkan medali selalu disupport pemda”, katanya.

Sementara Ketua Umum GABSI Gorontalo Moh. Isman Yusuf menambahkan bahwa GABSI kini punya program Bridge masuk Sekolah dan Bridge masuk Kampus. Program tersebut, kata dia, untuk memperkenalkan Bridge sebagai olahraga bergengsi sambil mencari bakat terpendam di kalangan pelajar dan mahasiswa.

“Kami sudah menyiapkan SDM untuk melatih siswa dan mahasiswa yang memiliki bakat olahraga Bridge untuk dijadikan alet andalan”, kata Isman seraya menambahkan kalau pihaknya sudah melalukan audens dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi serta kota yang menyambut baik rencana tersebut.

Isman menyebut program Bridge masuk Sekolah dan Bridge masuk Kampus sebagai upaya menjaga olahraga Bridge tidak hanya dikenal di kalangan tertentu saja. Tetapi juga dikenal oleh siswa dan mahasiswa sekaligus untuk menghilangkan image sebagian masyarakat yang masih menganggap Bridge identik dengan permainan judi karena menggunakan kartu remi.

“Bridge adalah jenis olahraga permainan otak yg dimainkan secara berpasangan dengan menggunakan pikiran, menganalisa serta mengambil keputusan dalam menentukan jenis kartu yang akan dimainkan. Juga menggunakan bahasa hati berdasarkan perintah otak. Ini tentunya bukan hal yang mudah. Harus terus diasah. Olahraga Bridge juga murah meriah tetapi berkelas”, kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia itu.